Parade Surabaya Juang Sambut Hari Pahlawan Kota Surabaya

Parade Surabaya Juang Sambut Hari Pahlawan Kota Surabaya

2017-11-01 21:38:48 +0700

Dinkominfo - Peringatan Hari Pahlawan akan ditandai dengan parade Surabaya Juang pada minggu (5/11). Acara tahunan tersebut, dipastikan akan kembali menyedot antusiasme masyarakat. Agenda tahunan yang memasuki tahun kesembilan ini akan dikemas berbeda dari penyelenggaraan tahun sebelumnya. Di sepanjang jalan yang menjadi rute Parade Surabaya Juang, akan ditampilkan teatrikal perjuangan Arek-Arek Suroboyo kala melawan sekutu pada tahun 1945 silam.

Retno Hariati, Kepala Bidang Distinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata saat ditemui pada konferensi pers Bagian Humas, Rabu (1/11) mengungkapkan, parade juang nanti akan dimulai pada pagi hari pukul 08.00 WIB. Nantinya akan ada enam titik teatrikal yang akan digelar sepanjang rute Parade Juang, dari monumen Tugu Pahlawan hingga Taman Bungkul.

Sedikitnya ada 28 unsur komunitas yang akan ikut tampil dalam agenda ini.“Untuk tahun ini, ada pengembangan dibanding tahun lalu. Diantaranya dengan memperbanyak aksi teatrikal. Nuansa kebangsaan yang diciptakan diupayakan lebih semarak,” ujar Retno. Selain itu menurut Retno, akan ada banyak elemen yang ikut memeriahkan Parade Surabaya Juang tahun ini. Seperti Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), PNS Pemkot Surabaya, komunitas seni, mahasiswa/pelajar. Bahkan, sambung Retno, gaung agenda Parade Surabaya Juang ini sudah menasional.

Titik-titik yang akan dijadikan pusat acara yaitu adalah Tugu Pahlawan, Simpang Gedung Siola, Hotel Majapahit, Grahadi, Monumen Bambu Runcing, Monumen Perjuangan Polri, Gedung Santa Maria dan terakhir adalah Taman Bungkul.

Ketua Komunitas Surabaya Juang, Herry Lentho menyampaikan, Parade Surabaya Juang akan menempuh rute sejauh 6,5 kilometer dari Tugu Pahlawan dan berakhir di Taman Bungkul. Menurutnya, parade akan diawali dengan teatrikal Sumpah Pregolan (sumpah merdeka atau mati).

Selain di kawasan Tugu Pahlawan, teatrikal juga akan digelar di kawasan Siola, yakni perang TKR laut, kemudian teatrikal perobekan bendera belanda di Hotel Mojopahit yang dilanjutkan pembacaan puisi “Surabaya” karya KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Kemudian teatrikal perang 10 November di depan Grahadi, lalu di Tugu Bambu Runcing dan Polisi Istimewa-Santa Maria.

“Intinya, yang berbeda tahun ini, kalau dulu parade lebih banyak jalan, sekarang sosiodrama. Ada urutan cerita dari awal hingga akhir. Ada 350 pecinta sejarah yang akan ikut serta. Ada dari Kalimantan, Sulawesi. Ibaratnya, Parade Surabaya Juang ini merupakan hari raya nya pecinta sejarah,” sambung Herry Lentho.

Untuk penertiban kota pada saat parade juang, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Surabaya, Subagio Utomo menyampaikan, Dinas Perhubungan akan mengerahkan 75 personel untuk pengaturan lalu lintas karena sepanjang rute Parade Surabaya Juang tentunya akan ditutup untuk kendaraan. Selain itu, Dishub juga mengerahkan 25 orang untuk penataan parkir. Serta, 150 palang kuda/barrier. selain itu, menurut Bagus Supriadi Kasi Ketetiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya, akan ada 600 personel Satpol PP dan Linmas yang diterjunkan untuk membantu kelancaran agenda ini. (mia/ynu)

Agenda
2017-11-14 15:51:28 +0700
Pertunjukan Rakyat
2017-11-13 14:50:04 +0700
Bursa Kerja Terbuka November 2017
2017-11-11 15:28:50 +0700
Pesta Cak Koen 2017
2017-11-10 13:16:39 +0700
Jadwal Pelaksanaan Bazar Usaha Mikro Tahun 2017
2017-10-30 09:41:30 +0700
Rangkaian Kegiatan Hari Pahlawan tahun 2017