Dinas Kesehatan Kota Surabaya Berikan Himbauan Kepada Masyarakat Tentang Bahaya Bakteri Leptospirosis

Dinas Kesehatan Kota Surabaya Berikan Himbauan Kepada Masyarakat Tentang Bahaya Bakteri Leptospirosis

2017-11-21 16:22:17 +0700

Dinkominfo-Memasuki musim penghujan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan memberikan himbauan kepada warga Dusun Karangan V Kecamatan Babatan, Selasa (21/11) untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungannya supaya tidak ada lagi korban akibat  terkena bakteri Leptospirosis .

Sukatono warga Dusun Karangan V rt 10 rw 03 Kecamatan Batatan yang menjadi korban Bakteri Leptospirosis meninggal pada sabtu (18/11) kemarin. Dengan adanya kejadian seperti itu Pemerintah Kota Surabaya tidak ingin lagi ada korban jiwa yang jatuh lagi. Maka dari itu dilakukan penyuluhan kepada warga Dusun Karangan V rt 10 rw 03 Kecamatan Batatan tentang bahaya Bakteri Leptospirosis.

Moch. Ashadi dari Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kota Surabaya menjelaskan kepada warga bahwa penyakit infeksi yang disebabkan oleh Bakteri  Leptospira dikarenakan  kontak dengan urine tikus  yang  mengandung  Leptospira atau air, lumpur  yang  terkontaminasi  kuman.

“Bakteri Leptospira bisa masuk kedalam tubuh melalui luka lecet atau mukosa. Dan sumber penularan utama yaitu dari tikus. Jadi kalau ada tikus di rumah segera dibasmi terus kalau tikusnya kencing segara dibersihkan jangan menunggu kering. Masa inkubasi bakteri ini biasanya selama 4-19 hari,  tapi rata-rata 10 hari” ujar Moch Ashadi.

Moch Ashadi juga menjelaskan bagaimana ciri-ciri seseorang yang terkena Bakteri Leptospira. Terdapat dua jenis kasus yang pertama yaitu suspek dimana penderita mengalami demam akut hingga 38 derajat celcius dengan atau tanpa disertai sakit kepala hebat selain itu adanya riwayat kontak dengan faktor risiko (hewan terinfeksi atau lingkungan yang tercemar bakteri leptospira dalam 2 minggu sebelumnya).

Selanjutnya  Moch Ashadi  memberikan pencegahan agar Bakteri Leptospirosis tidak berkembang di lingkungan warga yaitu dengan meningkatkan kebersihan selokan, saluran air tergenang, tempat air, kolam renang dan tempat-tempat yang dapat menjadi sarang tikus,  menggunakan sepatu boot jika berjalan di daerah banjir, cuci tangan dengan sabun dan yang terakhir segera berobat ke dokter apabila demam setelah bekerja di air tergenang atau banjir. (Noi/Pri)
 

 

Agenda
2018-05-22 16:24:59 +0700
Roadshow & Bazar Ramadhan 1439 H
2018-05-21 17:28:56 +0700
Jadwal PPDB 2018
2018-05-14 21:57:50 +0700
Program Beasiswa Perguruan Tinggi Negeri
2018-05-04 15:25:29 +0700
Pasar Malam Tjap Toendjoengan
2018-05-03 00:33:27 +0700
Festival Pertunjukan Rakyat (Pertura)