Wali Kota Risma Sidak Jembatan Ujung Galuh dan Rumah Pompa

Wali Kota Risma Sidak Jembatan Ujung Galuh dan Rumah Pompa

2018-03-05 22:09:10 +0700

Sekitar pukul setengah empat sore, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan sidak di Jembatan Ujung Galuh di kawasan Darmo Kali, Ngagel dan rumah pompa di Jalan Flores pada Senin sore, (5/3/2018). Di dua tempat tersebut, Wali Kota Risma memamerkan infrastruktur dengan wajah baru yang akan segera dinikmati masyarakat Surabaya. 


Menggunakan kemeja putih, celana hitam ditemani handey talkey (HT), Wali Kota Risma menyusuri Jembatan Ujung Galuh. Menurutnya, pemilihan nama Jembatan Ujung Galuh berdasarkan sejarah Zaman Majapahit. "Dulu Surabaya itu namanya Ujung Galuh, makanya saya pilih nama itu," kata Wali Kota Risma. 


Selain itu, dirinya berencana untuk melabeli setiap infrastruktur sesuai karakter Surabaya.  Seperti halnya Stadion Bung Tomo yang ada di kawasan Tandes, nantinya, nama jalannya akan diubah sesuai dengan nama aslinya. "Tapi itu nanti, kan butuh waktu dan proses yang panjang," ucapnya. 

 
Ketika ditanya perbedaan jembatan Ujung Galuh dengan jembatan yang lain, Wali Kota Risma mengaku bahwa jembatan ini memiliki keunikan ketimbang jembatan yang lain. "Jembatan ini menyatu dengan lingkungan, beda dengan yang lain," tandasnya.  Ia juga menuturkan bahwa desain jembatan merupakan garapannya sendiri. Selain itu, lanjut Wali Kota Risma, Jembatan Ujung Galuh sudah rampung 100 persen, hanya saja, masih perlu penambahan lampu, traffic light, pelebaran jalan dan penataan taman serta penambahan jogging track di sekitar jembatan. 


"Nanti di sekitar taman akan dibuat jogging track. Bahannya, terbuat dari potongan-potongan sandal jepit, jadi kalau diinjak tidak sakit. Ya, itung-itung daur ulang barang bekas, sayang kalau nggak dimanfaatkan," ungkapnya. 


Ditanya kapan rampungnya fasilitas tambahan di jembatan ini, Wali Kota Risma menuturkan akhir bulan ini diusahakan selesai. Kepala Dinas Perhubungan meminta waktu 2 minggu untuk menyelesaikan pemasangan rambu dan lain-lain, yang rencananya akan selesai akhir bulan ini.  


Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Irvan Wahyu Drajad mengatakan bahwa proses pemasangan rekaya lalu lintas serta pendukung untuk rambu marka jalan sudah selesai. Tinggal proses pemasangan traffic light dan CCTV. "Direncanakan selesai akhir Maret sekaligus uji operasional," terang Irvan. 


Usai melakukan sidak di Jembatan Ujung Galuh, Wali Kota Risma beranjak ke rumah pompa yang terletak di jalan Flores. Disana, Wali Kota Risma memamerkan kondisi rumah pompa yang tampak berbeda dari sebelumnya. "Liaten rek wes apik yo. Di cat warna-warni," katanya sambil tersenyum lebar. 


Ide awal pengecetan rumah pompa ketika Wali Kota Risma kerap melihat petugas PU Bina Marga menjemur pakaian dan kain di sekitar rumah pompa. Hal tersebut terlihat di pantauan kamera CCTV dan ia meminta Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan untuk mengecat rumah pompa agar terlihat lebih bagus.   


Rencananya, hal serupa juga dilakukan di 56 rumah pompa lain untuk menghindarkan kesan kumuh ketika warga melihat rumah pompa. "Saya ingin menciptakan kesan bersih dan menyenangkan sekaligus memberi tanggung jawab bagi petugas yang menjaga rumah pompa", urai Wali Kota yang sarat akan prestasi tersebut.


Kendati demikian, Risma menuturkan, 56 rumah pompa yang ada di Surabaya belum semuanya ideal. Pasalnya, ada beberapa titik seperti saluran Romokalisari, Sumberejo, Kalianak, dan Sememi yang masih belum mempunyai pintu air dan belum memiliki rumah pompa. "Nanti kita akan bikin 5 rumah pompa lagi seperti di Kalimas, Kalianak, Sememi, Romokalisari dan Kali Perbatasan. Kalau yang lain sudah relatif sudah punya," pungkasnya. 

Agenda
2018-05-22 16:24:59 +0700
Roadshow & Bazar Ramadhan 1439 H
2018-05-21 17:28:56 +0700
Jadwal PPDB 2018
2018-05-14 21:57:50 +0700
Program Beasiswa Perguruan Tinggi Negeri
2018-05-04 15:25:29 +0700
Pasar Malam Tjap Toendjoengan
2018-05-03 00:33:27 +0700
Festival Pertunjukan Rakyat (Pertura)