Kunjungan Mahasiswa Universitas Mulawarman Samarinda Kaji Manajemen Pemerintahan Surabaya

Kunjungan Mahasiswa Universitas Mulawarman Samarinda Kaji Manajemen Pemerintahan Surabaya

2018-03-06 10:44:45 +0700

Dinkominfo-Banyaknya prestasi yang ditorehkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kian menjadi magnet bagi instansi, organisasi, dan lembaga lain untuk berkunjung ke Kota Pahlawan. Tepat pada Selasa siang (6/3) Antiek Sugiharti Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya menyambut hangat kedatangan rombongan dari Universitas Mulawarman di Koridor Co Working Space ex Siola.
 
Sebanyak 53 rombongan mahasiswa Semester 6 jurusan S1 Pemerintahan Integratif dari universitas asal Kalimantan Timur ini tiba di Siola sekitar pukul sepuluh pagi. Kunjungan kali ini bertujuan untuk menggali lebih dalam ilmu pembangunan struktur dan pembangunan sistem informasi di kota yang terkenal dengan smart city ini.

Secara lugas Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya ini menyampaikan sistem smart city yang dianut merupakan hasil dari sistem pelayanan dan sistem pemerintahan elektronik (e-Government) yang telah ditetapkan oleh Walikota Surabaya sejak 9 tahun silam.

Antiek menjelaskan garis besar dari e-Government yang terdiri dari beberapa sistem dan aplikasi baik untuk pengelolaan daerah dan pelayanan masyarakat. Salah satunya adalah teknis e-Payment, program ini dinilai lebih efisien, cepat, mudah, dan transparan karena dengan sistem elektronik dalam hitungan detik seluruh berkas sudah dapat diterima langsung oleh OPD yang bersangkutan.

Ditanya mengenai sistem dan cara merubah mindset agar para pegawai "melek" teknologi, Antiek menjelaskan, "Mau tidak mau. Suka tidak suka. Harus ikut sistem yg baru "diperkosa" caranya. Kalau tidak mau maka akan ketinggalan dan akan tersisihkan, karena seleksi alam," ujar Antiek.

Dalam kesempatan siang itu, Antiek juga menjelaskan hal yang cukup krusial yakni mengenai TPP (Tunjangan Penghasilan Pegawai) bagi ASN yang didasarkan pada 2 hal yang cukup penting. "cara pembayaran TPP ASN di Pemkot Surabaya, berdasarkan beban pekerjaan dan kinerja. Dimana keduanya ini terkoordinasi mulai dari e-planning, e-controlling sampai dalam menangani layanan masyarakat. Indikator kedisiplinan harus 100%, jika tidak maka ada variabel pengurangannya," tegas wanita yang telah meraih beberapa penghargaan e-government di tingkat Asia Pasifik ini.

Antiek juga menjabarkan mengenai langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mengawali sistem e-government ini. Langkah-langkah tersebut sudah terencana di dalam Masterplan TIK Kota Surabaya mulai dari ringkasan eksekutif, manajemen proyek, gambaran umum, hingga pengembangan SDM. (hnm/ynu)

Agenda
2018-05-22 16:24:59 +0700
Roadshow & Bazar Ramadhan 1439 H
2018-05-21 17:28:56 +0700
Jadwal PPDB 2018
2018-05-14 21:57:50 +0700
Program Beasiswa Perguruan Tinggi Negeri
2018-05-04 15:25:29 +0700
Pasar Malam Tjap Toendjoengan
2018-05-03 00:33:27 +0700
Festival Pertunjukan Rakyat (Pertura)