17/08/2011 11:41:16
Kokohkan Persatuan NKRI Dengan Tingkatkan Kesadaran Hidup Dalam Ke-Bhinneka-an

Dinkominfo – Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 silam, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia, seketika itu juga pekik merdeka membahana diseluruh penjuru tanah air. Untuk memperingati perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan, Rabu (17/8) Pemerintah Kota Surabaya gelar Upacara peringatan HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, di Halaman Taman Surya. Bertindak sebagai Inspektur upacara, Walikota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, MT.

Dalam pidato Gubernur Jawa Timur yang disampaikan Walikota Surabaya menyebutkan bahwa Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2011 ini bertemakan “Dengan semangat proklamasi 17 agustus 1945, kita tingkatkan kesadaran hidup dalam ke-bhinneka-an untuk kokohkan persatuan NKRI, kita sukseskan kepemimpinan Indonesia dalam forum ASEAN untuk kokohkan solidaritas ASEAN“.

Tema ini masih dalam semangat, bagaimana menjaga nasionalisme kita tetap utuh dalam bingkai nkri yang final. “Kita menyadari, kebangsaan bukanlah himpunan keragaman kultural belaka, namun kebangsaan adalah suatu konsep politik yang perwujudannya hanya bisa diraih lewat upaya politik, dan upaya politik yang paling penting saat ini adalah menciptakan keadilan sosial yang berpihak pada mereka yang lemah, mereka yang tertindas kemiskinan. Kita juga sadar, kebangsaan bukanlah sekadar kenyataan, melainkan suatu cita-cita, aspirasi, dan tuntutan yang khas indonesia,” ujarnya.

Risma mengatakan nasionalisme seperti itulah yang ditegaskan para pendiri bangsa ini, yaitu keprihatinan pada keadilan sosial yang pro- rakyat kecil, wong cilik. Kebangsaan seperti itulah yang seharusnya diwujudkan oleh NKRI. Dan, untuk mewujudkan cita-cita itu, kita telah mengambil langkah politik melalui demokrasi. Sebab, hanya dengan demokrasi kita dapat menghidupkan kembali kebangsaan sebagai keragaman yang hidup dengan konkret.

”Negara bangsa atau nation menduduki posisi sentral, karena negara bangsa adalah pemangku dan pengikat ke-bhinneka-an yang terpenting dalam NKRI. Jika negara bangsa atau Nation itu kita nafikan, atau dia mengalami kehilangan arti, apalagi jika kita belum mampu mengembangkan demokrasi maka kondisi kebhinekaan kita akan terancam,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Risma kita selayaknya belajar bersama bagaimana cara melakukan ke-bhineka-an kita sebagai modal sosial, dan sumber daya, bukan sebagai hambatan terhadap pembangunan demi menciptakan keadilan sosial, dan menghilangkan penindasan dari kemiskinan. Modal sosial kebhinekaan itu berguna untuk memecahkan berbagai masalah yang kita hadapi, dan harus memberikan keuntungan bagi seluruh rakyat.

Dalam upacara tersebut juga diberikan tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satra 30 tahun kepada H. Mulyono, SH, Kepala UPTD Pantai Kenjeran pada Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Surabaya. Satya Lancana Karya Satra 20 tahun kepada Drs. Ec. H. Prapto, Msi, Lurah Darmo Kecamatan Wonokromo dan Satya Lancana Karya Satra 10 tahun kepada Yunizar Rachmawati, S.Sos, Staf Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya.(Hy)

Bookmark Button
Wisata & Lokasi Menarik
Sparkling Surabaya