22/03/2012 13:18:47
15 Ogoh ogoh Diarak Keliling Tugu Pahlawan

Dinkominfo – Menyambut Peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1934 yang jatuh pada 23 Maret 2012 ribuan umat Hindu gelar Pelepasan Pawai Seni Ogoh-ogoh serta Upacara Tawur Agung (Parisudha Bumi), Kamis (22/3) di depan Tugu Pahlawan. Yang dilepas langsung oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Diarak keliling Tugu Pahlawan, 15 ogoh – ogoh dengan beragam bentuk menyeramkan tersebut merupakan simbol dari keangkaramurkaan, kesombongan, keserakahan, dan lain sebagainya. Sifat-sifat itulah yang kemudian diwujudkan dalam bentuk ogoh-ogoh, yang umumnya digambarkan dengan sosok raksasa bertaring.

Ketua panitia Kolonel Marinir I Ketut Suardana menuturkan, pawai seni ogoh-ogoh sudah menjadi tradisi luhur umat Hindu yang merupakan kelanjutan dari Upacara Tawur Agung Kesanga yaitu suatu ritual untuk mewujudkan keseimbangan dan keharmonisan alam. “Usai diarak, ogoh-ogoh akan dihancurkan, itu artinya manusia harus mampu mengendalikan sifat-sifat yang tidak baik pada dirinya,” kata Ketut.

Ia menambahkan, setelah sifat-sifat jahat dihancurkan, manusia menjadi bersih dan suci serta siap menjalankan Catur Brata Nyepi. Makna Nyepi adalah introspeksi diri dengan melakukan empat hal, yakni Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelanguan (tidak berhura-hura), dan Amati Lelungan (tidak bepergian).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan simbol kebersamaan dan kerukunan warga, khususnya di Surabaya yang merupakan kota multikultur. Ia menginginkan keharmonisan yang tercermin dalam kehidupan masyarakat Surabaya dapat terus dijaga. Sehingga terwujud masyarakat yang rukun, damai dan sejahtera.

Pawai Seni Ogoh-ogoh ini juga dipandang sebagai sesuatu yang memiliki daya tarik dan mampu memberi warna bagi Kota Surabaya. “Saya berharap, kedepan pawai tersebut bisa menjadi pilihan obyek wisata di Kota Pahlawan. Pagai ogoh-ogoh menarik sekali, sangat berpotensi menarik wisatawan untuk melihat,” katanya.

Tak lupa Wali Kota juga mengucapkan selamat Tahun Baru Saka 1934 kepada seluruh umat Hindu. “Semoga apa yang dilakukan dapat meningkatkan kualitas mental dan spiritual dalam menghadapi segala tantangan hidup,” pungkasnya.(*)

Bookmark Button
Wisata & Lokasi Menarik
Sparkling Surabaya