27/03/2012 16:07:44
Pemkot Tunggu Juknis Pusat

Dinkominfo – Terkait dengan perubahan mekanisme pembuatan akte kelahiran bagi anak yang lahir di luar pernikahan resmi, Pemerintah Kota Surabaya masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri.

Tim dari Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan Bagian Hukum pernah datang ke Jakarta untuk berkoordinasi masalah tersebut. Hasilnya Pemkot diminta menunggu. Karena saat ini, Kemendagri sedang mengomunikasikan masalah tersebut dengan Kementerian Agama dan instansi terkait lainnya.

Suharto Wardoyo, Kepala Dispendukcapl Kota Surabaya menyebutkan bahwa syarat-syarat yang akan diberlakukan Pemkot Surabaya akan mengikuti syarakt-syarat yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Ia pun berkomitmen akan siap meneruskan aturan dari Jakarta.

Putusan MK yang mengatur anak di luar pernikahan resmi memiliki hubungan keperdataan dengan ayah biologisnya menjadi perubahan besar terkait dengan administrasi kependudukan. Dengan begitu, para pria hidung belang tidak akan bisa macam-macam lagi terhadap anak-anaknya.

Sembari menunggu, pengurusan akte kelahiran untuk anak hasil diluar pernikahan masih berdasarkan aturan lama yakni berdasarkan Perda 5/2011. Anak diluar  pernikahan hanya mencantumkan nama ibu di akte kelahiran.

Selama ini, peempuan yang melahirkan anak di luar nikah serbarepot. Sebab, di akhir kelahiran hanya mencantumkan sebagai anak seorang ibu. Akte kelahiran yang begitu akan menjadi catatan sepanjang kehidupan anak. Saat dewasa, mereka akan merasa terdiskriminasi karena dilahirkan tanpa melalui pernikahan yang dicatatkan secara sah.

Suhartoyo pun menegaskan, permohonan nanti harus bisa melengkapi dokumen yang diajukan dengan penetapan pengadilan. “Penetapan tersebut mengesahkan seorang laki-laki sebagai ayah biologis dari seorang anak yang abru dilahirkan. Nanti akan dibuktikan dengan tes DNA dan sebagainya. Intinya kami hanya menunggu juknis saja,” tukasnya.

Bookmark Button
Wisata & Lokasi Menarik
Sparkling Surabaya