10/07/2012 07:03:54
Seruan Bersama Jelang Ramadhan

Dinkominfo – Menjelang bulan suci Ramadhan 1433H / 2012, Pemerintah Kota Surabaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan keamanan, ketentraman dan ketertiban di kota Surabaya yang dituangkan dalam sebuah kesepakatan. Ditandatangani langsung oleh Walikota Surabaya dan beberapa unsur yang ada di Kota Surabaya, Senin (9/7) di Hotel Novotel Surabaya.

Adapun beberapa pihak yang turut menandatangani seruan bersama ini, diantaranya Ketua DPRD Kota Surabaya, Komandan Lantamal V Surabaya, KAS Gartap III Surabaya, Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Kapolrestabes Surabaya, Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Komandan TNI AU Surabaya, Ketua Kejaksaan Negeri Surabaya, Ketua Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, Ketua Pengadilan Negeri Surabaya, Kepala Kementerian Agama Surabaya, Ketua MUI surabaya, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Surabaya, Himpunan Pengusaha Rekreasi Hiburan Umum, Ketua RW Kel. Seneni Kec. Benowo, dan Ketua RT 5 RW 12 Kel. Putat Jaya Kec. Sawahan.

Dalam program Seruan Bersama ini disampaikan bahwa adanya peraturan-peraturan yang akan dilaksanakan oleh beberapa tempat hiburan umum untuk menghormati adanya bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Beberapa peraturan itu meliputi penutupan untuk usaha klub malam, diskotik, dan panti pijat yang berada di Surabaya. Selain itu juga ditutupnya tempat usaha Bilyard atau bola sodok untuk sementara, tetapi tempat bilyard yang mempunyai perizinan dari pemerintah kota dan KONI hanya tempat bilyard yang digunakan untuk tempat latihan.

Selanjutnya tentang larangan usaha hotel atau penginapan dan bangunan yang digunakan untuk berbuat asusila juga akan dilakukan pengawas oleh pemerintah, pemilik, maupun masyarakat selama bulan Ramadhan serta malam Hari Raya Idul Fitri. Adanya larangan untuk membuat, menyimpan, menggunakan senjata api atau bahan peledak yang membahayakan. Dilarangnya hotel, restoran, dan pertokoan untuk menjual belikan minuman yang mengandung alkohol. Akan adanya sangsi untuk pelanggaran dari masing-masing ketetapan tersebut, sanksi atau hukuman yang dijatuhkan pun bermacam-macam sesuai dengan Undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyampaikan bahwa semua warga Surabaya diharapkan menggikuti dan mengawasi pelaksanaan peraturan yang sudah ditetap untuk menghormati bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Beliau juga menghimbau agar menghindari tindakan yang menyebabkan kerugian bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Misalnya saja menggunakan bahan peledak atau petasan, bahan tersebut sangat berbahaya dan akan menyebabkan luka sampai dengan kematian.

"Acara ini setiap tahun kita laksanakan dengan baik, pada tahun yang lalu Surabaya sudah berhasil meredam korban petasan yang biasanya mencapai jumlah yang tinggi. Saya harap tahun ini kita dapat mempertahankan hal tersebut. Pada tahun sebelumnya, acara ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota, Kementerian Agama Daerah Surabaya dan Kepolisian Surabaya, tetapi pada tahun ini kami mengajak partisipan dari masyarakat dan pengusaha tempat hiburan umum," katanya.

Partisipasi seluruh warga Surabaya, lanjut Risma, sangat dibutuhkan untuk menyetabilkan kondisi kota. Karena, apabila terjadi suatu hal yang buruk akan sulit untuk mengembalikannya menjadi seperti semula. "Kita harus membuat kota Surabaya menjadi aman dan nyaman untuk warga maupun turis. Ketika turis domestik dan internasional datang mereka tidak akan sulit mencari apa yang mereka butuhkan, itu akan membuat mereka nyaman berkunjung ke Surabaya. Awal bulan Juli banyak turis berdatangan jumlahnya bukan lagi ratusan tetapi ribuan.

Dengan banyaknya pengunjung yang berdatangan maka membuat perekonomian warga Surabaya meningkat. Semua hal ini dapat berjalan dengan baik atas kemauan dan kerjasama dari masyarakat Surabaya sendiri," pungkasnya.(Arinda/Hy)

Bookmark Button
Wisata & Lokasi Menarik
Sparkling Surabaya