25/09/2012 14:43:20
Tim Pengawas, Pantau Buku Pelajaran yang Beredar

Upaya mengantisipasi adanya gambar-gambar porno maupun isi yang tidak layak pada buku tes pelajaran seperti yang terjadi di daerah-daerah lain, Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan telah menyusun tim khusus untuk memantau persoalan tersebut. Tim ini bertugas untuk mengkaji isi buku teks pelajaran sebelum beredar. Terkait dengan isi buku yang sudah ataukah belum sesuai dengan materi pembelajaran.

Sebelum buku masuk ke sekolah dan menjadi bahan ajar di kelas, tim khusus tersebut akan mengecek sempel buku yang dikirimkan penerbit meliputi proses pembacaan buku, isi, maupun gambar-gambar di dalam buku.

Pengkajian dan pengawasan buku teks pelajaran tersebut dilakukan di semua jenjang pendidikan mulai SD hingga SMA. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan menjelaskan selain mengkasi isi buku, tim tersebut akan mengecek buku-buku yang sudah beredar di sekolah-sekolah. Ia menegaskan bahwa Pemkot tidak ingin kecolongan ada gambar porno di dalam buku teks pelajaran.

Mantan Kepala Bappemas KB Kota Surabaya ini menyebutkan tim pengawas terdiri dari pegawai Dispendik dan para guru yang ditunjuk, terutama dari Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Nantinya, lanjut Ikhasan, pihak Dispendik akan menyerahkan sepenuhnya kepada tim pengawas untuk menilai buku pelajaran apakah layak atau tidak untuk dikonsumsi pelajar.

“Saya menghimbau kepada semua sekolah di Surabaya untuk mengecek kembali buku pelajaran yang sudah terlanjur beredar. Siapa tahu, timnya tidak teliti sehingga ada gambar porno yang lolos,” tukasnya.

Ia berharap masyarakat dan orang tua juga ikut turut berperan aktif memantau perkembangan pendidikan pada anak. Ia menyarankan kepada para orang tua untuk mengecek materi apa yang selama ini dipelajari putra-putrinya. Sedangkan peran masyarakat juga dibutuhkan agar kejadian tersusupnya gambar-gambar porno tidak terjadi di Surabaya.

Ikhasan juga menghimbau kepada penerbit dan penyusunbuku untuk bertanggung jawab terhadap isi dan susunan buku serta dampaknya bagi pelajar. “Mungkin penulis tidak tahu ada gambar porno dalam buku yang telah ditulisnya, tetapi penyusun dan penerbit pasti tahu. Kami harus selektif memperharikan hal ini. Mungkin kelihatannya sepele, tapi dampak yang ditimbulkan juga harus kita pikirkan sejak saat ini,” pungkasnya.

Bookmark Button
Wisata & Lokasi Menarik
Sparkling Surabaya