28/03/2013 09:47:05
Rencanakan Bangun Underpass Mayjen Sungkono

Pemerintah Kota Surabaya berencana membangun underpass Mayjen Sungkono – HT Muhammad pada tahun 2014, tepatnya dibawah bunderan satelit. Nantinya, underpass tersebut dibangun sepanjang 437 meter, lebar 19 meter dan tinggi 5,5 meter. Terdiri dari empat jalur dengan dua arah.

Sesuai dengan desain yang dimiliki Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, nantinya terdapat median jalan yang dipenuhi tanaman. Tepat di atas underpass terdapat tol satelit (Surabaya-Gempol) yang saat ini sudah ada dengan tidak menghilangkan ruang terbuka hijau.

Diperkirakan, dengan adanya underpass itu, tingkay kemacetan di Jalan Mayjen Sungkono bakal menurun. Yang tingkat pelayanan saat ini antara LoS (Level Of Service) F atau macet parah sampai LOS D (macet sedang) bakal menjadi LoS B (tidak macet).

Kepala Bappeko Surabaya, Hendro Gunawan mengatakan sebenarnya ada dua pilihan untuk memecah kemacetan di dua jalan tersebut. Yakni, underpass dan Flyover. Namun, setelah dipelajari, kemungkinan untuk membanguan flayover sangat kecil. Sebab selain kurang bagus secara estetika, ada jalan tol yang cukup tinggi. “Karena itu, uncerpass menjadi kemungkinan terbai dan secara kelayakan sudah diperhitungkan,” jelasnya.

Mengingat lahan tersebut milik Jasa Marga, Pemkot melakukan pertemuan dengan Jasa Marga dan harus meminta ijin kepada Kementerian Perhubungan. “Dalam pertemuan tersebut diketahui bahwa Jasa Marga mendukung dan memahami bahwa sudah saatnya jalan tersebut direkayasa. Namun persoalan izin lahan harus diurus ke Kemenhub,” Kabid Perhubungan Bappeko Surabaya A.A Gde Dwijaja Wardhana.

Menurutnya, Bappeko telah memberitahu Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan  Pematusan (DPUBM) Surabaya untuk segera membuat detail engineering desain (DED). Dengan begitu, pembangunan bisa dilakukan secepatnya.

Rencananya, pembangunan akan dilakukan awal tahun depan, kurang lebih menghabiskan waktu 17 bulan. Untuk mengantisipasi adanya kemacetan selama pembangunan underpass, telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Surabaya untuk sementara waktu merekayasa lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan, Eddi mengaku telah mengetahui rencana pembangunan tersebut. Karena itu, Dishub mulai melakukan rekayasa jalan untuk mengurangi kemacetan terutama saat pembangunan underpass.

“Awalnya, nanti di bundaran satelit tidak ada traffic light. Namun sekarang sudah ada. Hal ini merupakan rekayasa lalin untuk mempersiapkan pembangunan underpass,” ungkapnya.

Bookmark Button
Wisata & Lokasi Menarik
Sparkling Surabaya