27/03/2011 14:10:20
Pemkot Lestarikan Budaya Lokal Surabaya

Dinkominfo – Bertempat di Taman Bungkul, Dinas Pariwisata Kota Surabaya menggelar Sedekah Bumi, Minggu ( 27/3). Acara tersebut dimulai pukul 09.00 - 11.00 WIB. Satusan warga dengan antusias menyaksikan arak-arakan empat gunungan sayuran yang diarak mengelilingi taman bungkul.

Wiwiek Widayati, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjelaskan terpilihnya Taman Bungkul sebagai pagelaran karena dinilai strategis dan ramai pengunjung.

"Kami ingin mengangkat budaya ini sebagai salah satu potensi menarik wisatawan mancanegara yang singgah di Surabaya. Selain itu juga kami berupaya melestarikan budaya dan tradisi lokal yang masih ada di masyarakat Surabaya. kegiatan sedekah bumi kedepannya akan dimasukkan di kalender even kota Surabaya menjadi paket wisata budaya lokal,” katanya.

Ritual sedekah bumi di Surabaya ini diyakini masih belum banyak yang tahu. Melihat Surabaya sebagai kota metropolitan, namun budaya lama untuk mensyukuri anugerah Tuhan atas hasil bumi masih berlangsung hingga saat ini. "Di sini, kami mengambil acara dari Kelurahan Made, sebab, bersamaan dengan sedakah bumi yang ada di sana. Selain itu, budaya okol hanya ada di sana," ucapnya.

Beberapa kelurahan di Surabaya masih kental menggelar sedekah bumi ini, antara lain terdapat di Kelurahan Pradah Kali Kendal, Kelurahan Putat Gede, Kelurahan Simo, Kelurahan Tanjung Sari, Kelurahan Tubanan, serta Kelurahan Made.

Sementara itu, Seniman Sesepuh Dewan Adat Kelurahan Made menyebutkan bahwa Sedekah bumi sudah menjadi tradisi, adat, mulai zaman nenek moyang, untuk mendoakan agar desa aman, tentram dan ini adalah bagian dari sejarah. Seniman mengatakan, penampilan atraksi sedekah bumi itu diminta oleh Disbudpar di Taman Bungkul. Dan ritualnya akan digelar di perkampungan, sekitar Juli 2011. "Kegiatan ini kan simbolis saja. Tidak akan mengurangi kekhusukan sedekah bumi," jelasnya. (SyL)

Bookmark Button
Wisata & Lokasi Menarik
Sparkling Surabaya