Kya-Kya

Merupakan daerah pecinan pada tahun 1900-an. Pembangunan Pusat Kya-Kya Kembang Jepun (PK3J) memiliki beberapa tahapan. Pada awalnya adalah perancangan pintu masuk dari PK3J yang dibuat sedemikian rupa sehingga tidak jauh berbeda dengan bentuk aslinya. Kemudian proses pembuatan pintu gerbang yang dikerjakan di pantai ria kenjeran dan pembenahan jalan di PK3J. Setelah pembenahan jalan selesai maka pada tanggal 27 mei 2003 dilakukan pemasangan gapura dan konstruksi utilitas.

Untuk proses pengangkutan gapura dari kenjeran ke kembang jepun memerlukan 15 truck trailer dan enam crane. Dimana berat dari gapura itu sekitar 4 ton, belum termasuk hiasan naga dibagian atas gapura. Selain pemasangan gapura pada tanggal 27 mei 2003, jug dilakukan 14 konstruksi utilitas juga akan ditancapkan. Konstruksi utilitas ini adalah sarana pendukung untuk keperluan listrik, PDAM, dan pengeras suara

Sementara itu pihak pengelola kya kya memiliki beberapa program antara lain :

  • Membuat Jalan Kembang Jepun menjadi kawasan yang nyaman bagi pejalan kaki dengan membebaskan jalan ini dari lalulintas kendaraan bermotor antara pukul 18:00 sampai dengan 02:00 dinihari.
  • Menghidupkan suasana Jalan Kembang Jepun dengan cahaya gemerlapan dan terang-benderang, sehingga suasana jalan ini menjadi hangat, menyenangkan dan memantulkan rasa aman.
  • Menghadirkan suasana aman dan nyaman dengan kehadiran para petugas yang mencitrakan nuansa keamanan yang prima. Seketika warga masuk ke kawasan ini, mulai dari parkir, selama menyusuri Jalan Kembang Jepun dan saat meninggalkan kawasan merasa senang dan aman. Menutup kawasan terhadap kemungkinan gangguan-gangguan kenyamanan kecil seperti kehadiran pengamen, pengemis, pemulung, penjual asongan.Pengamen akan diberi tempat tersendiri dengan penyediaan sarana yang lebih baik, demikian halnya penjual asongan tradisional bisa memanfaatkan lahan lain di sekitar Jalan Kembang Jepun.
  • Menghadirkan suasana kehangatan rekreasi makan malam dengan menyediakan makanan dan minuman yang tidak terbatas pada makanan/minuman yang khas kawasan setempat (masakan Tionghoa, masakan Timur Tengah, Masakan Indonesia) bahkan mengundang makanan-makanan yang khas anak muda; termasuk didalamnya jajanan masa kini (Burger, Pizza, dll) dan jajanan tradisional (Surabaya dan daerah).

Selain makanan dan minuman, pengelola memberi kesempatan pula kepada para pebisnis yang bergerak di bidang jasa (salon, karaoke, pijat refleksi, dan lain-lain) dan juga mereka yang bergerak di bidang kebutuhan konsumer (factory outlet) seperti peralatan elektronik, busana, assessories, dan lain-lain.

Pengelola akan membuka kesempatan yang seluas-luasnya untuk bidang ini, meskipun akan diberlakukan juga kuota-kuota agar secara keseluruhan program ini akan memiliki keragaman dan kelengkapan bidang yang ada.

  • Menyemarakkan suasana malam dengan menghadirkan panggung hiburan kecil (light-music) baik yang modern maupun tradisional, yang khas (Tionghoa, Arab, Jawa) bahkan yang kontemporer (pembacaan puisi dan lain-lain), yang merakyat (ndangdut, gambus dll) atau yang apresiatif (Jazz, dan sebagainya). Dengan tidak menutup kemungkinan menggelar acara-acara penyegaran rohani (pada malam di hari-hari besar keagamaan). Menyediakan space-space untuk promosi dagang dan tidak menutup kemungkinan pameran seni atau pameran dagang/kerajinan skala kecil.
  • Menampilkan ''''street-picture'''' sebagai elemen interior kawasan, yaitu dukungan warga setempat dengan memelihara fasade (wajah depan) bangunan utamanya bangunan-bangunan yang memiliki kekhasan tersendiri yang mampu mewarnai kawasan (seperti rumah ibadah, dll), bangunan dengan arsitektur khas (arsitektur Tionghoa, Arsitektur Kolonial, Arsitektur Modern) maupun acara-acara ritual dan seremonial warga yang mampu mengambil peran dalam memarakan kawasan (ritual di tempat ibadah yang memungkinkan bisa dinikmati pengunjung kawasan ini).
  • Menghadirkan kenyamanan berjalan kaki dengan sarana yang memadai (jalan yang rata, mulus, tidak berlubang dll), bersih (jalan disapu, bahkan disemprot sebelum kawasan dibuka dan sesudah ditutup), tidak berbau (bak-bak sampah warga dibersihkan, sebelum lokasi dibuka), tidak banjir (pematusan yang memadai, tidak becek), terang-benderang (penerangan menyeluruh) dan estetis ( berlangitkan lampu-lampu hias).
  • Kenyamanan kawasan yang memadai dengan menyediakan tempat makan/minum, tempat duduk yang nyaman, fasilitas-fasilitas umum (toilet, wartel) yang tersebar dan mencukupi. Termasuk penyediaan tenda-tenda makan/minum saat musim penghujan tiba.
  • Keramahan petugas-petugas lapangan mulai dari saat tamu masuk (petugas parkir), pendukung (keamanan, petugas cleaning-service dan sebagainya) dan pengelola otorita ini. Mengkonstruksi kesadaran bersama dengan para pemilik stand-stand makanan dan minuman tentang keramahtamahan (termasuk didalamnya kebersihan dan kualitas makanan).
  • Kenyamanan pencapaian dan keamanan parkir tentu menjadi bagian dari keberhasilan program ini, usaha ini dilakukan dengan memberi penerangan prima di semua akses menuju lokasi dan suasana yang aman disuguhkan sejak memasuki kawasan melalui akses-akses di ujung-ujung jalan pendukung, dengan menempatkan pos-pos keamanan dan petugas keamanan disana. Lahan parkir disediakan dengan segala kemudahan termasuk akses pencapaian dari arah Barat, Timur, Selatan dan Utara lokasi.
  • Mengkonstruksi kesadaran warga kota Surabaya untuk ikut memiliki aset kotanya dengan mengunjungi dan menikmati fasilitas ini melalui ajakan, himbauan, undangan melalui publikasi dan dukungan media massa baik media massa cetak (koran-koran lokal/nasional), media massa elektronik (televisi nasional maupun lokal dan Radio).
  • Bergandengan tangan dengan semua instansi terkait baik dengan lembaga-lembaga resmi pemerintahan (Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Dinas Infokom, Dinas Industri Dasar Menengah Kecil, Dispenda, dll), Perguruan Tinggi, Kerjasama dan dukungan para pengusaha dengan pemasangan iklan (banner, signage) di sepanjang Jalan Kembang Jepun yang bersinergi dalam bentuk iklan dan penerangan jalan serta estetika lingkungan sekaligus (seperti dukungan sponsorship untuk pembangunan 2 Main Chinese Style Gate, di ujung-ujung Jalan Kembang Jepun). Juga bekerja sama dengan Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat dalam usaha pengembangan Seni dan Budaya.
  • Bekerjasama dengan unit-unit terkecil masyarakat seperti dengan kelompok pedagang kecil setempat, Kelompok-kelompok Seni dan Budaya potensial setempat, Karangtaruna, kelompok-kelompok keamanan swakarsa setempat.

Wisata & Lokasi Menarik
Sparkling Surabaya