01/07/2015 - Bazar Ramadhan 2015...

agenda

01/07/2015 - Bazar Ramadhan 2015...

agenda

30/06/2015 - Bazar Ramadhan 2015...

agenda









Page: Previous page.... 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 .... Page: Next page

Keluhan Masyarakat
Keluhan Masyarakat hanya akan ditampilkan apabila telah mendapat tanggapan dari instansi yang berwenang.

201.Tanggal Keluhan: 27/03/2015 12:40:59
Nama: adelina
Keluhan:
Pak/Bu, Bulan Januari 2015 lalu saya menjual rumah saya yang berada di kawasan Surabaya Timur. Kebetulan 4 tahun terakhir saya sudah menetap dan bekerja di Pekanbaru. Oleh Ketua RT dan RW setempat, saya diminta untuk membayar sejumlah 0,5% dari hasil penjualan rumah untuk kas kampung (pengembangan kampung). Apakah memang ada perda atau ketentuannya? karena ketua RT dan RW setempat terus menelpon dan meminta segera membayar. Mereka mengatakan peraturannya sudah ada, mohon maaf Pak/Bu atas ketidaktahuan saya. Mohon saya dibantu bila ada perdanya, no berapa? apakah nominalnya memang sudah ditentukan? Bila memang ada, saya akan taati dan segera membayar.terima kasih.
 Tanggal Tanggapan: 30/03/2015 10:18:05
Tanggapan:
Selamat siang. Mohon maaf sebelumnya, dapat kami sampaikan bahwa kebijakan di lingkungan RT/RW adalah merupakan hasil kesepakatan rapat warga, mohon Saudara komunikasikan dengan RT/RW untuk mendapatkan solusi yang terbaik. Terima kasih.
202.Tanggal Keluhan: 26/03/2015 17:01:13
Nama: Djoko S
Keluhan:
Mohon bisa agak ditertibkan ban2 bekas di Jalan Karet dekat Stasiun Kota. Penempatan Ban sudah hampir memakan separo jalan. Juga taman di tepi kali sudah mulai untuk menaruh ban bekas, sehingga tampak kumuh.. Mohon perhatian
 Tanggal Tanggapan: 30/03/2015 08:11:00
Tanggapan:
Selamat pagi. Hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Surabaya dapat kami sampaikan bahwa Dishub Surabaya akan berkoordinasi dengan satpol PP kota Surabaya untuk melakukan penertiban pedagang ban-ban bekas dilokasi tersebut. Terima kasih.
203.Tanggal Keluhan: 29/03/2015 08:58:07
Nama: joenanto
Keluhan:
Sampah pemotongan pohon sepanjang jln pondok benowo indah tidak dibuang, merusak tamam yg sudah indah di jln masuk pondok benowo indah
 Tanggal Tanggapan: 30/03/2015 07:54:43
Tanggapan:
Selamat pagi. Mohon maaf sebelumnya, dapat kami sampaikan bahwa satgas DKP telah melakukan pengangkutan ranting dan daun di Pondok Benowo Indah akan tetapi karena keterbatasannya armada maka pengangkutan ranting dan daun dilakukan bertahap mohon bersabar, satgas DKP sudah menjadwalkan untuk membersihkan sampah ranting dan daun dilokasi tersebut. Terima kasih.
204.Tanggal Keluhan: 26/03/2015 13:10:59
Nama: Hendrik
Keluhan:
Saya mau tanya untuk prosedur pengurusan IMB. berapa lama proses nya?
 Tanggal Tanggapan: 26/03/2015 14:21:28
Tanggapan:
Selamat sore. Dapat kami sampaikan bahwa pengurusan IMB membutuhkan waktu sekitar 14 ( empat belas ) hari kerja setelah berkas dinyatakan lengkap. Terima kasih.
205.Tanggal Keluhan: 25/03/2015 18:13:12
Nama: Bambang Waluyo
Keluhan:
Selamat pagi.. saya mau menanyakan mengeni prosedur pengajuan CSR ke pemkot Surabaya dala bentuk pembangunan yang berhubungan dengan semen. Kemanakah saya harus mengajukannya? terima kasih
 Tanggal Tanggapan: 26/03/2015 08:17:18
Tanggapan:
Selamat pagi. Hasil koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya dapat kami sampaikan bahwa Saudara dapat mengirimkan surat permohonan secara tertulis yang ditanda tangani oleh ketua RT dan ketua RW perihal bantuan ditujukan kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya dengan alamat jalan Jimerto 6-8 Surabaya. Terima kasih.
206.Tanggal Keluhan: 23/03/2015 19:04:17
Nama: Abdul Munaf
Keluhan:
Tarif PBB untuk persil yang masih status surat ijo ato sewa pemkot.. bisa tidak di evaluasi ulang.. karena dalam 3 tahun ini kenaikan PBB kian dahsyat dan otomatis mempengaruhi rate retribusi sewa pemkot atas surat ijo tsb.. seharusnya kalo status surat ijo, tarif retribusi sewa pemkot bisa aja naik, tapi PBB jangan dinaikkan terlalu tinggi.. atau sebaliknya.. karena status tanah tidak full milik pribadi, melainkan setengah milik pemkot.. jelas ini sangat memberatkan, atas 3 persil saya harus bayar hampir 45jt tahun 2014 atas PBB dan retribusi pemkot, dibandingkan 2013 yg 38jt, untuk informasi saja PBB 2015 saya terima sudah 14jt berarti kalkulasi kasar saya untuk pembayaran total dengan retribusi pemkot bisa tembus 50 jt.. tlg dinas terkait dihitung ulang.. kerjaan apa yg bisa tahan dengan beban segitu besar, belum persaingan dan biaya pegawai yg tambah melangit.. Terima Kasih
 Tanggal Tanggapan: 24/03/2015 11:31:23
Tanggapan:
Selamat siang. Hasil koordinasi dengan Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya dapat kami sampaikan bahwa retribusi Ijin Pemakaian Tanah (surat ijo) ditentukan sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 13 tahun 2010 pasal 8 tentang retribusi kekayaan daerah yang telah dilakukan perubahan dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 2 tahun 2013. Terima kasih.
207.Tanggal Keluhan: 23/03/2015 15:16:40
Nama: Ardyan Herbas Permadi
Keluhan:
Tombol penyebrangan depan garden palace ke dprd kota, tombolnya hilang. Mohon segera diperbaiki. Saya hampir ketabrak tadi. Tombol dari arah dprd kota ke garden palace hotel.
 Tanggal Tanggapan: 24/03/2015 11:27:05
Tanggapan:
Selamat siang. Hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Surabaya dapat kami sampaikan bahwa tombol pada PCTL depan DPRD Kota Surabaya dan depan Garden Palace telah kami perbaiki pada tanggal 23 Maret 2015. Terima kasih.
208.Tanggal Keluhan: 23/03/2015 09:58:54
Nama: Raja R
Keluhan:
PJU di jalan kembar Pondok Benowo Indah mulai pintu masuk sampai kampung Babat mati mohon diperbaiki, Terima kasih
 Tanggal Tanggapan: 23/03/2015 14:06:13
Tanggapan:
Selamat siang. Hasil koordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya dapat kami sampaikan bahwa satgas DKP akan segera mensurvey dan memperbaiki PJU yang rusak dilokasi tersebut. Terima kasih.
209.Tanggal Keluhan: 19/03/2015 11:09:08
Nama: DEVI AGUSTIA
Keluhan:
Selamat pagi Ibu Risma & Kepala Dinas PU.Kemarin saya ke daerah jl tambak asri ( ex lokalisasi kremil ). rumah saya di daerah wonokromo. ternyata jalan aspal di jl tambak asri hancur sehancur hancurnya. saya tidak percaya kalau dinas pu tidak mampu bahkan tidak mau memperbaiki jalan ini. bahkan sewaktu pertama kali saya lewat, saya kaget koq masih ada jalan aspal di Surabaya kota metropolitan nasibnya seperti di daerah pedalaman nun jauh di hutan belantara ( malu saya sebagai warga Surabaya ). Setelah saya tanyakan ke penjual pisang goreng ternyata kondisi parah ini sudah satu tahun lebih. Waduh ini harus ada solusi. Saya yakin Ibu Risma dan Dinas PU beserta jajarannya adalah pelayan Rakyat yang tangguh dan total. DANA SUDAH ADA, TENAGA SUDAH SIAP, YANG DIKERJAKAN BAHKAN SUDAH ADA SETAHUN YANG LALU, YANG BELUM ADA ADALAH BUKTI NYATA DINAS PU UNTUK MEMPERBAIKI. Sekarang tanggal 19 Maret 2015, itu artinya 3 bulan lagi tgl 19 Juni 2015 ( AWAL PUASA ROMADHON ). Saya berharap 3 bulan kedepan Jalan ini sudah beres agar pengendara dan pemakai jalan bisa SELAMAT & NYAMAN. Amin dan terima kasih Ibu Risma
 Tanggal Tanggapan: 23/03/2015 09:19:49
Tanggapan:
Selamat pagi. Hasil koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya dapat kami sampaikan bahwa pembangunan jalan Tambak Asri akan dikerjakan tahun 2015 ini. Pekerjaan tersebut dalam tahapan proses lelang dan segera akan dikerjakan saat kontrak sudah jadi. Terima kasih.
210.Tanggal Keluhan: 20/03/2015 10:35:44
Nama: drh. Liang Kaspe
Keluhan:
TANGGAPAN DAN SARAN UNTUK MENGATASI PENAMBAHAN JUMLAH SATWA LANGKA KBS Membaca berita di Jawa Pos tanggal 19 Maret 2015 yang berjudul “Komodo Menetas, Direksi KBS Malah Pusing”, membuat hati saya miris. Kebun Binatang Surabaya yang merupakan kebun binatang tertua di Indonesia (yang didirikan tahun 1916) adalah merupakan lembaga konservasi yang seharusnya memiliki fungsi untuk melestarikan satwa terutama satwa langka. Ini berarti keberhasilan penetasan telur komodo, pengembangbiakan bekantan dan jalak bali adalah sebuah anugerah yang tidak perlu disesali. Saya rasa ada banyak cara untuk mengatasinya persoalan pertambahan jumlah satwa-satwa tersebut tanpa harus MENGHENTIKAN PENGEMBANGBIAKAN SATWA, yang nota bene bertentangan dengan fungsi KBS sebagai lembaga konservasi. Sebagai warga Surabaya yang paham tentang konservasi saya ingin memberikan beberapa masukan untuk mengatasi permasalahan ini: 1. Melakukan pelepasliaran ke alam/habitat aslinya. Hal ini bukanlah hal baru bagi KBS. Pada tahun 1990 KBS telah berhasil melepasliarkan jalak bali di Taman Nasional Bali Barat, hingga menarik perhatian para ahli dunia (Belanda, AS, dan Jepang). Cara ini bisa dilakukan kembali. Saat kunjungan Mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dalam acara penyerahan Izin LK di KBS, saya sudah mengusulkan wacana pelepasliaran komodo di Pulau Komodo. Respon beliau kala itu sangat positif, sehingga hal ini bisa ditindaklanjuti kembali dengan Menteri Kehutanan yang Baru. Begitu juga untuk bekantan, KBS bisa melakukan pelepasliaran ke Kalimatan. 2. Melakukan pemanfaatan lahan Surabaya. Mengingat KBS telah dikelola oleh Pemkot, maka akan lebih mudah untuk memanfaatkan lahan potensial yang masih ada di Surabaya. Lahan di pesisir pantai utara dan timur Surabaya masih cukup luas dan memadai untuk menampung hasil breeding komodo. Dan lahan ini sesuai dengan habitat komodo yang hidup di dekat muara dan pesisir pantai. Sama halnya juga dengan bekantan, yang bisa dipindahkan ke daerah pesisir timur Surabaya di wisata hutan mangrove. Hal ini bisa dilakukan karena bahan makanan utama bekantan di habitatnya adalah daun mangrove. Dengan demikian, kedua tempat ini akan bisa menjadi ikon wisata baru kebanggaan Surabaya. Sedangkan untuk jalak bali yang merupakan kelompok aves tidak memerlukan lahan yang luas, lahan KBS masih cukup untuk menampung jalak bali. 3. Menjadikan penambahan jumlah satwa ini sebagai MODAL untuk memperoleh spesies satwa yang baru guna menambah koleksi satwa KBS. Dengan berhasilnya Pemkot Surabaya memperoleh izin Lembaga Konservasi (LK) maka KBS sudah memiliki izin untuk melakukan pertukaran satwa baik dengan satwa kebun binatang di dalam negeri maupun luar negeri. Komodo yang merupakan satwa appendiks I merupakan MODAL KBS untuk mendapatkan satwa appendiks I lainnya dari luar negeri antara lain okapi, cheetah, burung condor dan lain sebagainya. Koleksi satwa baru ini akan meningkatkan jumlah pengunjung satwa KBS. Cara ini juga pernah dilakukan KBS di tahun- tahun sebelumnya saat menjadi wakil Indonesia melakukan mengirimkan komodo ke San Diego Zoo, Berlin Zoo, dan Pretoria Zoo. Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga usul ini bisa mengurai keruwetan yang sedang dialami Direksi KBS yang sekarang. Besar harapan saya, kerja sama antara Pemkot, PDTS KBS dan Dinas-dinas terkait bisa mendukung untuk mewujudkan dua usulan ini.
 Tanggal Tanggapan: 20/03/2015 12:53:04
Tanggapan:
Selamat siang. Terima kasih atas saran dan masukan yang telah Saudara berikan.

Page: Previous page.... 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 .... Page: Next page
Wisata & Lokasi Menarik
Sparkling Surabaya