Kota
Surabaya juga sangat berkaitan dengan revolusi kemerdekaan Republik
Indonesia. Sejak penjajahan Belanda maupun Jepang, rakyat Surabaya
(Arek Suroboyo) bertempur habis-habisan untuk merebut kernerdekaan.
Puncaknya pada tanggal l0 Nopember 1945, Arek Suroboyo berhasil menduduki
Hotel Oranye (sekarang Hotel Mojopahit) yang saat itu rnenjadi sirnbol
kolonialisme. Karena kegigihannya itu, maka setiap Tanggal 10 Nopember,
Indonesia memperingatinya sebagai Hari Pahlawan.
Hingga saat ini bekas-bekas masa penjajahan terlihat dengan masih
cukup banyaknya bangunan kuno bersejarah di sini. |
|
|

Lambang Surabaya
LAMBANG KOTA SURABAYA
Lambang Kota Surabaya yang berlaku sampai saat ini
ditetapkan oleh DPRS Kota Besar Surabaya dengan putusan nomor 34 / DPRDS tanggal 19 Juni 1955, diperkuat dengan
Keputusan Presiden R.I. No. 193 tahun 1956 tanggal 14 Desember 1956 yang isinya :
- Lambang berbentuk perisai segi enam yang distilir
(gesty leerd), yang maksudnya melindungi Kota Besar Surabaya
- Lukisan Tugu Pahlawan melambangkan kepahlawanan
putra-putri Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan melawan kaum penjajah.
- Lukisan ikan Sura dan Baya yang berarti Sura Ing Baya
melambangkan sifat keberanian putra-putri Surabaya yang tidak gentar menghadapi sesuatu bahaya.
- Warna-warna biru, hitam, perak(putih) dan emas
(kuning) dibuat sejernih dan secemerlang mungkin, agar dengan demikian dihasilkan suatu lambang yang memuaskan.
|