Data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur menunjukkan bahwa Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, menjadi KIM dengan jumlah unggahan berita terbanyak di Jatim. Hingga saat ini, KIM Airlangga tercatat telah mempublikasikan 1.315 berita melalui platform website resmi KIM.
Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi KIM Airlangga dalam menyebarkan informasi lokal kepada publik. Meski dijalankan dengan jumlah anggota yang terbatas, aktivitas peliputan dan penulisan berita tetap berjalan secara berkelanjutan selama beberapa tahun terakhir.
Ketua KIM Airlangga, Soehely, mengaku senang atas perhatian yang diberikan terhadap aktivitas pemberitaan yang dilakukan kelompoknya. Ia menilai capaian tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kerja sosial yang selama ini dilakukan oleh para anggota KIM Airlangga.
"Sebagai pegiat sosial di bidang pemberitaan kami merasa bahagia mendapatkan perhatian dari pihak terkait, ini merupakan satu bentuk kepedulian yang selama ini kami harapkan," ujar Soehely saat dihubungi pada Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, aktivitas penulisan berita di website KIM mulai dilakukan sejak 2022 setelah adanya sosialisasi sistem website yang diperkenalkan oleh KIM Provinsi Jawa Timur. Sebelum menggunakan platform tersebut, KIM Airlangga lebih dulu mempublikasikan informasi melalui blogspot sebagai media berbagi berita kegiatan masyarakat.
"Kim Airlangga mengunggah penulisan ke website tahun 2022, sebelum ke website pemberitaan ini kami tulis ke blogspot. Pada tahun 2023, KIM Provinsi Jawa Timur mengadakan sosialisasi terkait website di Batu, hasil dari sosialisasi setiap KIM diperkenalkan sistem website dalam penulisan berita (airlangga.kim.id)," paparnya.
Soehely menjelaskan, konsistensi produksi berita di KIM Airlangga tidak didasarkan pada jadwal penulisan tertentu. Berita ditulis secara fleksibel mengikuti peristiwa yang terjadi di lingkungan masyarakat. Setiap kejadian yang dianggap memiliki nilai informasi akan diangkat menjadi berita.
"KIM Airlangga mengunggah berita sebenarnya tidak terjadwal penulisan terjadi bila ada berita di wilayah yang menarik untuk ditulis dan diberitakan," imbuhnya.
Dalam proses pengumpulan informasi, KIM Airlangga banyak mengandalkan peran aktif masyarakat. Warga sering kali menjadi sumber awal informasi yang kemudian ditindaklanjuti oleh anggota KIM dengan melakukan pengecekan langsung di lapangan.
"KIM merupakan mata elangnya pemberitaan kami menggandeng masyarakat untuk peduli menginformasikan atau menyampaikan pada kami suatu kejadian di sekitar wilayah apapun bentuk kejadianya. Dari informasi dari masyarakat itulah kami turun ke lapangan mencari kebenaran sumber berita yang valid," katanya.
Secara organisasi, KIM Airlangga dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) kelurahan dengan struktur kepengurusan yang sederhana. Meski jumlah anggota tidak banyak, kegiatan pemberitaan tetap berjalan melalui kerja sama seluruh anggota.
"Susunan organisasi Kim terbentuk dari SK yang dikeluarkan pihak kelurahan terdiri dari tiga orang anggota, satu ketua, dua sekretaris dan tiga bendahara," ungkap Soehely.
Karena keterbatasan anggota, Soehely mengaku tidak ada pembagian tugas khusus dalam proses pencarian berita. Setiap anggota memiliki peran yang sama dalam mengumpulkan informasi dari masyarakat maupun melakukan peliputan. "Tidak ada pembagian tugas dalam mencari berita karena keterbatasan anggota," tambah dia.
Di tengah aktivitas pemberitaan yang terus berjalan, Soehely mengakui bahwa dukungan dari kelurahan atau kecamatan masih dinilai minim. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat anggota KIM Airlangga untuk tetap berkarya. "Kami tetap berkarya untuk menjadi yang terbaik," tegasnya.
Dalam menentukan topik pemberitaan, Soehely menuturkan bahwa KIM Airlangga lebih banyak mengangkat peristiwa yang terjadi secara spontan di masyarakat. Tidak ada kalender kegiatan khusus yang dijadikan acuan utama dalam penulisan berita.
"Pemberitaan yang kami muat secara spontan, sekecil apapun permasalahan di wilayah kami akan tulis," bebernya.
Berbagai peristiwa yang berkaitan dengan kepentingan warga menjadi fokus utama pemberitaan. Mulai dari aktivitas masyarakat hingga isu pembangunan di lingkungan sekitar.
"Kami tidak memilah berita yang akan kami angkat semua kejadian yang ada wilayah yang patut kami tulis akan kami tulis, terutama yang menyangkut kepentingan masyarakat," tambah Soehely.
Seluruh materi pemberitaan dipublikasikan melalui website resmi KIM Airlangga di airlangga.kim.id. Selain itu, penyebaran informasi juga dilakukan melalui berbagai platform media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas. "Ada beberapa media sosial yang kami ikuti dari instagram, facebook, YouTube. Semua media sosial kami ada," ujarnya.
Konten yang dipublikasikan juga turut mendukung promosi potensi wilayah dan kearifan lokal di wilayah Kelurahan Airlangga. Termasuk, kata dia, perkembangan infrastruktur, aktivitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta isu kesejahteraan masyarakat yang menjadi perhatian warga.
Ke depan, Soehely berharap adanya dukungan yang lebih kuat dari pihak kelurahan dan kecamatan agar kegiatan KIM Airlangga dapat terus berkembang. Ia juga menekankan pentingnya regenerasi anggota untuk menjaga keberlanjutan organisasi.
"Kami butuh dukungan dari pihak terkait yaitu kelurahan dan kecamatan bisa memberikan dorongan dan kerja sama dalam bentuk support yang selama ini tidak kami rasakan dan ada regenerasi agar supaya KIM bisa bertumbuh dengan baik," pungkas dia. (*)