Dinkominfo-Pemerintah Kota Surabaya telah menjalankan pemerintahan dan pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang terangkum dalam e-Government. Pemanfaatan e-Government tersebut menjadi magnet yang menarik berbagai institusi untuk mempelajari lebih lanjut. Salah satunya Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Badung.

Bertempat di ruang rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) kota Surabaya, Rabu (7/11), sebanyak 24 orang diterima oleh Cahyo Utomo, sekretaris Dinkominfo kota Surabaya. Dalam kesempatan tersebut Cahyo menjelaskan tentang implementasi e-Government di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

I Wayan Luwir Wiana, Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Badung selaku pimpinan rombongan saat menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan mengatakan, Kabupaten Badung sering kali berkunjung ke Kota Surabaya. Menurut Wayan, pihaknya terdiri dari DPRD Komisi 2, Komisi 3 dan Komisi 4. Ia bermaksud untuk studi banding tiga hal yakni Informasi dan komunikasi, anggaran dan pendidikan.

Sementara itu Cahyo menjelaskan, melalui aplikasi Si Pandu, dapat diketahui secara online pekerjaan, alamat rumah, status keberadaan. Ketua RT dan RW mengisi data kependudukan melalui aplikasi Si Pandu. Untuk mendukung hal tersebut Pemerintah Kota Surabaya telah memfasilitasi koneksi wifi gratis. Aplikasi Si Pandu menurut Cahyo, terintegrasi dengan pihak kepolisian.

Lebih lanjut Cahyo mengatakan, masyarakat dapat menyampaikan keluhan dan pengaduan melalui berbagai media komunikasi. Seperti Facebook, Twitter, Instagram, sms, telpon dan sebagainya. Setiap bulan keluhan dari masyarakat direkap dan dianalisa untuk membuat kebijakan.

Masih menurut Cahyo, melalui Broadband Learning Center (BLC) Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan kualitas melek TIK kepada masyarakat. Ada berbagai materi yang dapat diakses masyarakat secara gratis, yakni  aplikasi perkantoran, desain grafis dan internet. BLC tersebar di kantor kelurahan, kantor kecamatan dan taman. Setiap BLC disediakan instruktur untuk memberi pengajaran. (Rls/Pri)