Dinkominfo-Mengisi waktu libur akhir tahun bersama keluarga tidak harus dengan mengunjungi objek wisata atau pusat perbelanjaan. Museum bisa menjadi alternatif untuk menghabiskan waktu libur dan juga menanamkan kepada generasi muda, khususnya anak-anak, untuk lebih mencintai tanah air dan juga memahami sejarah bangsanya sendiri.

Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan, karena selain banyak catatan sejarah tentang perjuangan dan keberanian dari Arek-Arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia, kota ini juga melahirkan banyak tokoh bangsa yang berperan penting dalam sejarah Indonesia. Salah satunya adalah Dr. Soetomo.

Dr.Soetomo adalah Tokoh Pendiri Boedi Utomo, yang merupakan organisasi pergerakan kemerdekaan pertama di Indonesia. Pada tahun 1903, Ia menempuh pendidikan kedokteran di School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA). Bersama teman-teman dari STOVIA inilah Soetomo mendirikan organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908.

Jejak perjuangan Dr. Soetomo dapat dilihat di Museum Dr. Soetomo. Museum ini berada di komplek Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Jalan Bubutan. Gedung Museum Dr. Soetomo diresmikan langsung oleh Walikota Surabaya pada tanggal 29 November 2017. Gedung dua lantai ini menyimpan barang-barang pribadi peninggalan Dr. Soetomo, koleksi semasa menjadi dokter di Rumah Sakit CBZ (Central Burgelijke Ziekeninrichting) yang nantinya berubah nama menjadi Rumah Sakit Simpang (saat ini sudah menjadi gedung Plaza Surabaya), serta cerita mengenai perjuangan Dr.Soetomo semasa hidup, hingga pernikahannya dengan Everdina J. Broering, sang Istri yang berkebangsaan Belanda.

Komplek GNI ini juga memiliki sebuah pendopo. pendopo yang sebelumnya merupakan tempat pertemuan organisasi pergerakan pada masa kemerdekaan ini, lebih banyak berisi tentang sejarah perjuangan pergerakan Dr. Soetomo dari mulai mendirikan Boedi Oetomo, Perhimpunan Indonesia hingga pembentukan organisasi Indonesische Studie (IS) club.

Berada di museum ini dan melihat benda-benda peninggalan dari Dr. Soetomo membuat kita membayangkan bagaimana suasana praktek kesehatan di kala itu dengan peralatan yang jauh dari kata modern. Namun, suasana didalam sini juga akan membawa kita kembali ke masa perjuangan, dan akan memberikan motivasi kepada kita untuk selalu mencintai bangsa ini, apapun profesi dan latar belakang kita.
 
Halida Rahma, pemandu wisata di Museum Dr.Soetomo, menyampaikan bahwa museum ini setiap hari ramai dikunjungi para pelajar maupun wisatawan yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai sejarah Pendiri Budi Oetomo ini. Menurut Halida, di era yang semakin maju ini, kita tidak boleh melupakan perjuangan para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan kita. Catatan sejarah yang tersusun rapi akan menjadi suatu identitas bangsa. Jadi, tidak ada salahnya menjadikan museum sebagai salah satu destinasi untuk mengisi liburan.

Museum Dr. Soetomo buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 dan pukul 07.00-15.00 pada Hari Sabtu dan Minggu dan pengunjung tidak dikenakan biaya ketika mengunjungi museum ini. (Mia/Snd/Pri)