Dinkominfo - Untuk mengantisipasi terjadinya Demam Berdarah Dengue (DBD) akibat jentik-jentik nyamuk di musim penghujan ini, Pemerintah Kota Surabaya menggelar pertemuan dengan para perwakilan Ibu Pemantau Jentik (Bumantik) dari Puskesmas Putat Jaya, Puskesmas Sawah Pulo, Puskesmas Bulak Banteng dan Puskesmas Kedung Doro.

Bertempat di Gedung Graha Sawunggaling Kantor Pemerintahan Kota Surabaya, Hari ini  (14/1, acara pembinaan Bumantik ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita.

Dalam sambutannya, Febria menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada kader Bumantik yang turut berperan aktif membuat Surabaya bebas dari DBD. Ia menjelaskan pada tahun 2017 ada 325 kasus Demam Berdarah di Kota Surabaya, sedangkan di tahun 2018 ada 321 kasus. "jadi kita harus lebih semangat lagi di tahun 2019 ini" ujarnya.

Febria menambahkan, Pada pertemuan kali ini pihaknya akan menggali apa saja kendala yang dihadapi oleh Bumantik dalam melaksanakan tugasnya, dan bagaimana cara menyelesaikannya. Ia juga memberi kesempatan kepada para Bumantik untuk dapat mengusulkan mengenai kebutuhan apa saja yang dibutuhkan oleh para kader di lapangan.

"nanti pada saat diskusi, ibu-ibu bisa mengusulkan apa saja alat yang dibutuhkan oleh Bumantik untuk menunjang kinerjanya. contohnya senter yang belum semua kader miliki serta seragam saat mengerjakan tugas, sehingga bisa kami anggarkan di tahun ini" tegas Febria.(mia/kik)