Dinkominfo- Tiada hari tanpa latihan bagi petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya. Bahkan, di hari Minggu (3/3) para petugas menggelar latihan besar-besaran di Halaman Balai Kota Surabaya. Guyuran hujan yang cukup deras tidak mengurangi semangat para petugas PMK pada latihan kali ini, beberapa unit mobil PMK juga diturunkan kala itu, termasuk mobil jenis Bronto Skylift yang memiliki tangga 104 meter.

Plt Kepala Dinas PMK Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, latihan ini akan digelar secara rutin setiap minggu selama Halaman Balai Kota tidak digunakan untuk acara tertentu. latihan kali ini merupakan latihan yang kedua kalinya, sebelumnya latihan semacam ini sudah dimulai sejak minggu lalu. “Selama ini kita selalu latihan dan latihan. Bahkan tiada hari tanpa latihan. Nah, beberapa waktu lalu Bu Wali (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) mempersilahkan kepada saya untuk menggunakan Taman Surya apabila dibutuhkan untuk latihan, makanya kita pakai latihan dan insyallah akan terus rutin setiap minggunya,” ujar Irvan di sela-sela memimpin latihan.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kota Surabaya ini juga menjelaskan bahwa petugas PMK hampir sama dengan TNI, yang apabila tidak ada perang para anggotanya tetap melakukan latihan serta mengasah kemampuannya, sehingga selalu siap siaga apabila terjadi perang. Begitu pula dengan petugas PMK Kota Surabaya, meskipun tidak ada kebakaran, mereka selalu rutin latihan setiap hari serta rutin setiap minggunya.

Menurut Irvan, latihan minggu ini melibatkan 73 orang yang terdiri dari 53 anggota baru dan sisanya pendamping dari Tim Orong-Orong. Pada  pelatihan yang dimulai pukul 09.00-13.00 WIB itu para peserta diajari pelatihan dasar, baik teori dan praktek pengoperasion unit mobil tangga Bronto Skylift 55 meter dan unit mobil tangga Bronto Skylift 104 meter. “Selanjutnya, mereka diback up unit rescue untuk pelatihan selubung luncur dalam misi penyelamatan korban. Mereka juga dilatih penggunaan unit mobil high pressure 10.000 lt untuk penyemprotan dari atas,” Ujarnya.

Irvan juga menjelaskan bahwa para peserta pelatihan itu akan digilir sehingga semua anggota PMK Kota Surabaya mendapat pelatihan tersebut.  Dalam latihan itu, beberapa unit mobil PMK juga diturunkan, mulai unit mobil tangga 30, 40, 55 dan 104, para personil terutama juru mudi juga akan dilatih pengeoperasioan mobil PMK terbesar itu. “Kami ingin semuanya bisa menjadi juru mudi, sehingga kalau ada kebakaran, bisa langsung bertindak sebagai juru mudi,” tegas Irvan.