Dinkominfo-Keberhasilan Pemerintah Kota Surabaya dalam membuat inovasi-inovasi terbaru  menjadi magnet bagi banyak pemerintah atau instansi di daerah lain untuk datang dan belajar tentang resep keberhasilan tersebut, Kamis, (14/3). Kali ini giliran Benchmarking Diklat PIM IV Angkatan I Kota Yogyakarta dan Kota Palopo datang berkunjung untuk belajar dan bertukar pengalaman.

Bertempat di Graha Sawunggaling Kota Surabaya, rombongan Benchmarking Diklat PIM IV Angkatan I Kota Yogyakarta dan Kota Palopo disambut langsung oleh Wali Kota Surabaya yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Hidayat Syah.

Ketua Rombongan Benchmarking Diklat PIM IV Angkatan I Kota Yogyakarta, Tutik Amalia mengatakan tujuan datang ke Pemerintah Kota Surabaya adalah untuk belajar dan bertukar pikiran tentang inovasi yang ada di Surabaya. "Kami sengaja datang kemari dengan maksud untuk belajar dan bertukar pikiran mengenai Kota Surabaya. Dan dasar kami datang kesini karena Kota Surabaya sudah terkenal dengan berbagai macam inovasi terbarunya" ujar Tutik Amalia

Sementara itu sambutan dilanjutkan oleh Sekertaris Daerah Kota Palopo, Jamaluddin. "Kami datang ke Kota Surarabaya agar Kota Palopo juga bisa seperti Kota Surabaya. Ketinggalan-ketinggalan yang kita hadapi saat ini semoga akan menjadi kemajuan seperti Kota Surabaya" kata Jamaluddin.

Setelah itu Hidayat Syah selaku Asisten Administrasi Umum memberikan paparan kepada rombongan diklat tentang Kota Surabaya. "Di Kota Surabaya ini, penduduk aslinya sekitar 3 juta jiwa. Tapi pada malam hari bisa mencapai 5 juta, karena banyak sekali orang dari luar kota yang bekerjanya di Surabaya" kata Hidayat Syah.

Asisten Administrasi Umum tersebut melanjutkan tentang sistem pemerintahan yang sudah berbasis elektronik atau yang kerap disebut dengan Electronic Government (e-Gov). Ia juga mengatakan bahwa di Kota Surabaya, pelayanan di kecamatan sudah berganti dari yang sebelumnya melakukan pelayanan administratif sekarang sudah sepenuhnya berubah menjadi pelayanan publik.

Masih menurut Hidayat Syah, pelayanan-pelayanan di Kota Surabaya sudah berbasis elektronik dan bisa diakses dimana saja oleh warga yang membutuhkan. Seperti misalnya pembuatan akte kelahiran dan kematian, yang dulunya warga harus datang ke kantor kelurahan dan kecamatan untuk mengurus, namun sekarang mereka bisa mengurus dari rumah sendiri-sendiri dan baru datang ke kantor kecamatan atau kelurahan ketika menyerahkan berkas dan mengambil akta kelahiran atau kematian ketika sudah selesai dicetak.

Setelah memberikan paparan, acara dilanjutkan dengan bertukar cinderamata dan setelah itu peserta benchmarking akan langsung menuju lokus penelitian yakni di 3 lokasi diantaranya Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau, Dinas Komunikasi Dan Informatika, Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil.