Bersepatu boot warna maroon dan berkemeja batik, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan tinjauan ke beberapa lokasi proyek yang sedang dikerjakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Kamis, (14/3) pagi. Tinjauannya itu, bertujuan untuk mendorong jajarannya agar pengerjaannya bisa segera rampung. Dalam tinjauannya kali ini, juga diikuti oleh beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya. 

Pada tinjauan pertama, Wali Kota Risma mendatangi pengerjaan proyek jembatan gantung yang terbuat dari bahan bambu, berada di Mangrove Wonorejo. Setidaknya ada enam jembatan bambu yang saling terhubung dengan satu sama lain. Jika dihubungkan, jembatan itu memilki panjang mencapai 600 meter. Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma memberi arahan kepada staffnya agar pembangunan jembatan bambu dilakukan evaluasi untuk konstruksi kekuatannya. “Jembatan bambu akan kita evaluasi kekuatannya. Karena (kondisi) tanahnya kan lembek, tapi yang penting itu kekuatan konstruksinya,” kata Wali Kota Risma di sela-sela kunjungannya. 

Usai meninjau pengerjaan jembatan bambu, Wali Kota Risma bersama jajarannya kemudian bergeser ke rumah pompa yang berdekatan dengan pembangunan jembatan tersebut. Terlihat, ia beberapa kali berkomunikasi dan memberi arahan kepada jajarannya. Ia menyampaikan jika rumah pompa tersebut akan ditambah kapasitasnya. Terlebih, pihaknya juga bakal melakukan penambahan pompa di Bozem Wonorejo itu. Nantinya rumah pompa itu bakal berfungsi untuk menampung air hujan di beberapa kawasan. Seperti Penjaringan Sari, Rungkut, Pandugo, hingga Perum Pondok Nirwana. “Kita akan tambah kapasitas (Pompa) di sini. Nanti kita tambah kapasitasnya 5 meter kubik,” ujarnya. 

Selain menambah kapasitas rumah pompa Wonorejo, ia juga mengaku akan menambah kapasitas rumah pompa di beberapa lokasi lain. Diantaranya, rumah pompa Kalisari-Mulyosari akan ditambah 5 meter kubik, Kalidami ditambah 4,5 meter kubik, dan Bozem Morokrembangan ditambah 8 meter kubik. Penambahan kapasitas rumah pompa itu dilakukan sepanjang tahun 2019. “Insya Allah tahun ini selesai semua penambahan (kapasitas) pompa. Karena bukan (proyek) multiyears, semua tahun ini kelar, cuman tahun depan mungkin kita tambah lagi pompa,” terangnya. 

Sementara di kawasan Surabaya Utara, lanjut dia, penambahan rumah pompa juga dilakukan di Jl Ikan Musing yang bisa mengcover kawasan Jalan Rajawali, Pesapen, dan Perak. Untuk Pompa air di Sumberejo bisa menangani Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan kawasan Pakal. Sementara Pompa di Petekan bakal berfungsi untuk menanggulangi air laut masuk ke sungai atau rob. 

“Kalau pompa petekan itu, sebetulnya untuk mencegah rob, air laut agar tidak masuk ke sungai Kalimas. Sering kali ndak hujan tapi daerah Kalisosok itu banjir. Dengan adanya pintu (pompa petekan) ini, air rob akan kita tutup, mudah-mudahan bisa,” imbuhnya. 

Sekitar 30 menit mengunjugi pengerjaan proyek yang ada di daerah Mangrove Wonorejo, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu kemudian beranjak menuju proyek pembangunan underpass Bundaran Satelit Jalan Mayjend Sungkono. Pada tinjauannya ketiga, ia ingin mendorong pelaksana proyek agar pengerjaan itu bisa segera rampung di akhir Maret 2019. Bahkan, ia memastikan, saat ini sudah tidak ada kendala pada pengerjaan tersebut. Menurut dia, pihaknya hanya tinggal melakukan pengangkutan tanah hasil pengerukan. Nantinya, jika proyek underpass Bundaran Satelit rampung diharapkan dapat mengurangi angka kemacetan di kawasan Surabaya Barat. ”Kita dorong untuk pengangkutan tanahnya, mudah-mudahan akhir Maret kelar, Insya Allah bisa. Kemarin agak terlambat karena hujan terus,” tutur Wali Kota Risma. 

Wali kota yang juga menjabat sebagai Presiden United Cities Local Government (UCLG) Asia Pasific (Aspac) itu menuturkan, sebelumnya pengerjaan underpass Bundaran Satelit terkendala dengan adanya saluran pipa PDAM yang tertanam di bawah tanah. Kendati demikian, pihaknya sudah mencarikan solusi dan dipastikan masalah itu sudah tertangani. “Pipa PDAM nanti tinggal diselimuti aja, tinggal dicor diatasnya. Cuman memang harus diselimuti kayak karet untuk pengamanannya,” katanya.

 Di akhir kunjugannya, Wali Kota Risma bersama jajarannya kemudian meninjau pembangunan Bozem di Bundaran Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya. Bozem yang memiliki luas mencapai 1 hektar itu, pembangunannya dilakukan secara swadaya. Artinya, pengerjaannya tidak dilakukan melalui mekanisme lelang. Dari hasil pantauan di lokasi, saat ini pengerjaan sedang berjalan. Bahkan, terlihat dua unit excavator terus bergantian melakukan pengerukan tanah. Tak hanya itu, beberapa petugas dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) juga tampak di lokasi meratakan hasil galian tanah tersebut. 

Wali Kota Risma menambahkan pembangunan bozem di kawasan PTC ini dinilai penting untuk mengantisipasi banjir di kawasan Surabaya Barat. Bozem itu bakal berfungsi sebagai penampung air ketika hujan deras turun. “Selama ini jika hujan deras di situ (daerah PTC) ada genangan (banjir), sehingga nanti semua akan kita tarik ke sini (bozem),” pungkasnya.

Sumber : Humas Kota Surabaya