Lewat Website LawanCovid-19, Pemkot Surabaya Permudah Warga Pantau Jadwal Vaksin


Sabtu, 15 Januari 2022

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempermudah masyarakat yang hendak melakukan pemantauan jadwal vaksin dosis satu dan dosis dua, hingga vaksin booster (dosis ketiga), melalui website lawancovid-19.surabaya.go.id. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, seluruh warga Kota Surabaya bisa mengakses website tersebut untuk mengetahui jadwal vaksin yang tersedia.

“Secara umum orang bisa melihat, ada jadwal vaksin, nama dan lokasi vaksin. Jadi tidak perlu khawatir warga Surabaya tidak mendapat vaksin booster,” kata Wali Kota Eri, Sabtu (15/1/2021).

Menurut Wali Kota Eri, dari pengalaman sebelumnya saat vaksinasi dosis satu dan dua, beberapa warga Kota Surabaya ada yang bingung mencari jadwal vaksinasi. Bahkan, tidak sedikit warga Kota Pahlawan yang antusias dengan menunggu antrian demi mendapatkan vaksin.

“Dari pengalaman itulah kita meluncurkan LawanCovid, sehingga camat dan lurah nanti tidak perlu woro-woro lagi, dengan adanya data nama-nama yang terjadwal maka itu yang diundang,” ujar dia.

Begitu pula dengan lansia yang akan mengantri vaksin booster. Nantinya, sebelum datang ke balai RW terdekat, nama lansia yang akan menerima vaksin booster secara otomatis terjadwal di dalam website LawanCovid.

Selain itu, jika para lansia tidak datang ke Balai RW untuk melakukan vaksinasi booster, maka pihak puskesmas setempat akan melakukan vaksinasi booster secara door to door atau mendatangi rumah lansia, sesuai daftar yang ada di website LawanCovid.

“Jadi, melalui Surabaya LawanCovid, nanti sudah ada nama-nama lansia untuk datang ke balai RW. Kalau tidak bisa datang, kami lakukan door to door,” ujarnya.

Selanjutnya, Wali Kota Eri menyampaikan bahwa target siap vaksinasi booster untuk lansia yang ber KTP Surabaya adalah sebanyak 80.747 lansia. Pelaksanaan vaksinasi ini juga dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersedian stok vaksin.

“Berdasarkan data vaksin per Jumat 14 Januari 2022, sudah menyasar 15.288 lansia atau sekitar 6,07 persen. Hari ini jenis vaksin Pfizer tinggal 2.000 dosis vaksin dan sudah habis untuk vaksin booster, sedangkan stok yang masih ada adalah jenis vaksin Sinovac untuk vaksin dosis satu dan dua,” jelas dia.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini mengaku, untuk saat ini Pemkot Surabaya sedang menunggu kedatangan vaksin booster dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat.

“Artinya ini sudah habis, karena untuk booster hanya bisa jenis vaksin Pfizer, Moderna, Astrazeneca. Untuk vaksin booster, ketersediaan masih menunggu dropping alokasi dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat,” jelas dia.

Wali Kota Eri menambahkan, terkait ketersediaan vaksin untuk dosis satu dan dua di Kota Surabaya cukup aman, yakni sebanyak 11.000 dosis vaksin dengan jenis vaksin Sinovac. “Tapi booster ketiga tidak, kalau hari ini terkirim lagi maka kita bisa lakukan vaksinasi pada hari senin. Sedangkan pelaksanaan vaksin booster untuk masyarakat umum masih menunggu Surat Edaran resmi dan petunjuk teknis dari Kemenkes RI,” pungkasnya.